Headlines News :
Powered by Blogger.
    Showing posts with label feature. Show all posts
    Showing posts with label feature. Show all posts

    ALAS DAUN PISANG

    Anda belum pernah atau kangen menyantap makanan beralas daun pisang? Keunikan inilah yang ditawarkan sebuah tempat makan di Bandung. Selain dinilai lebih higienis, menggunakan alas daun pisang, para pengunjung juga akan merasakan suasana makan tempo dulu.

    Menawarkan keunikan makan di atas daun pisang

    Jika dilihat sepintas, tak ada yang berbeda dengan tempat makan yang berada di jalan Citarum Bandung ini. Makanan yang disajikan secara parasmanan pun, hampir sama dengan makanan yang ditawarkan di sejumlah tempat makan khas sunda lainnya.

    Namun jangan heran, jika saat makan, para pengunjung tidak disediakan piring. Pengelola tempat ini sengaja mengganti piring dengan daun pisang.

    Pengunjuk diajak merasakan suasana tempo dulu
    Selain menjadi daya tarik, makan beralaskan daun pisang membawa pengunjung menikmati suasana makan tempo dulu.

    Berbagai makanan khas sunda tinggal Anda pilih, tidak ketinggalan menu tradisional lainnya, seperti bajigur, kolak dan gorengan juga tersedia.

    Mengenai harga…, jangan khawatir. Harga yang ditawarkan relatif murah, sehingga dijamin tidak akan menguras isi dompet Anda.

    Nah, bagi yang penasaran, tidak salahnya mencoba berkunjung ke tempat ini.

    Rumah Makan Alas Daun

    Jl citarum 34 Bandung | hotline : 022 7231101, 77888889

    JUALAN KRIPIK BEROMZET MILYARAN RUPIAH

    Berjualan keripik singkong ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan dengan pengemasan dan cara promosi yang tepat dan revolusioner, keripik singkong bisa menghasilkan omzet hingga milyaran rupiah. Hal inilah yang dilakukan Reza Nurhilman, presiden maicih republik yang menggunakan twitter sebagai sarana promosi kripik singkong maicih super pedas buatannya.

    Dengan modal 15 juta rupiah Reza Nurhilman atau yang lebih akrab dipanggil axl memulai usaha berjualan kripik singkong di bandung. Namun bukan sembarang kripik yang ia jual, melainkan keripik singkong super pedas yang memiliki 3 level rasa pedas, mulai dari level 3, 5, dan paling pedas level 10.

    Cara promosi dan pemasarannya pun cukup unik dan bisa dibilang terobosan baru dalam dunia bisnis retail. Para penjual atau reseler maicih yang disebut jenderal, tidak boleh berjualan di satu tempat dalam satu hari, namun harus nomaden dan informasi dimana para jenderal maicih nongkrong hanya bisa diketahui melalui twitter di @infomaicih.

    Ternyata konsep promosi seperti ini cukup berhasil dan membuat para anak muda penguna twitter penasaran, dan selalu mencari-cari dimana keberdaan para jendral maicih nongkrong. Dalam dua tahun omset penjualan maicih melonjak drastis hingga 7 milyar rupiah perbulannya.

    Tidak hanya di bandung, maicih juga sudah merambah seluruh indonesia, bahkan ada jendral maicih yang menjualnya hingga ke luar negeri seperti malaysia, jepang, dan inggris.

    Sementara itu terkait terpilihnya sebagai nominator tokoh wirausaha seputar indonesia award yang akan digelar 9 mei mendatang, Reza mengaku sangat terkejut sekaligus bangga karena dari awal membangun maicih tidak menyangka akan meraih kesuksesan seperti sekarang ini.

    Walupun tidak mudah membangun bisnis maicih, ia mengaku semuanya dimulai dari langkah sederhana dan hal-hal kecil seperti promosi di twitter dan facebook serta pengemasan yang unik.

    Walaupun banyak produk keripik singkong serupa yang meniru maicih, reza tetap yakin maicih akan selalu menjadi primadona kripik singkong dikalangan anak-naka muda. Selain sudah mempunyai brand image yang sangat bagus, maicih juga kini telah menjadi icon kota bandung yang terkenal ke seluruh indonesia. (pri)

     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. BandungDua - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger