Headlines News :
Powered by Blogger.
    Showing posts with label serba-serbi. Show all posts
    Showing posts with label serba-serbi. Show all posts

    SKY BRIGE BANDUNG


    Macet...macet...macet. Inilah yang kini menjadi masalah transportasi di Kota Bandung. Jalan sempit dengan banyak persimpangan membuat arus lalu lintas mudah tersendat. Ditambah lagi peningkatan jumlah kendaraan tiap hari, tidak sebanding dengan lebarnya jalan.

    Beberapa faktor lain, seperti sikap pengemudi yang berhenti dan parkir sembarangan, pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan, menambah arus lalu lintas di kota kembang ini, sering mangalami kemacetan.

    Nah, bagi para pengguna angkutan umum, rencana Pemkot Bandung ini, mungkin bisa menjadi solusi menghindari kemacetan. Dalam waktu dekat, Kota Bandung akan membangun kereta gantung atau sky brige.

    Tahap pertama pembangunan sky brige sepanjang 2 kilometer mulai gerbang tol pasteur hingga Paris Van Java Sarijadi. Proyek tersebut akan di kerjakan oleh PT Aditya Dharma Putra Persada dengan menyanding provider kereta gantung Doppelmyr Austria.

    Kita tunggu saja...

    Kilometer Nol Kota Bandung

    Selalu ada titik yang menjadi awal. Begitu juga berdirinya sebuah kota, kapan berdiri, siapa yang membangun, batas wilayah, serta titik pusat kota. Nah, bagi brader dan sister orang Bandung atau yang melancong ke bandung, tahukah dimana titik pusat kota bandung berdasarkan luasnya wilayah?

    Titik pusat ini disebut titik nol kilometer. /join BandungDua kali ini akan mengupas secara sederhana mengenai titik nol kilometer kota Bandung.

    Lokasi titik nol kilometer kota Bandung terletak di jalan Asia Afika, yang merupakan jalan bersejarah bagi perkembangan kota bandung, tepatnya di depan Kantor Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Lalu, kenapa titik tersebut dijadikan titik nol kilometer kota Bandung?


    Dari catatan sejarah, sekitar awal tahun 1800 pembanguan “jalan raya pos” yang diprakarsai Daendels telah mencapai wilayah priangan. Daendels terkenal kekejamannya, namun punya jasa dalam berdirinya kota Bandung. Jalan yang dibangun tersebut merupakan jalan perlintasan untuk mengangkut hasil bumi.

    Pada hari peresmian, Daendels bersama Wiranatakusumah II yang saat itu sebagai Bupati Bandung berjalan di sepanjang jalan raya pos. Kemudian, di satu titik Daendels berhenti lalu menancapkan tongkat sambil berkata “… jika aku ke sini, daerah ini harus menjadi sebuah kota…”.

    Waktu itu, kawasan bandung belum berkembang seperti Batavia dan Cirebon, bahkan masih banyak ditemukan rawa.

    Pada tugu nol kilometer terdapat tanda CLN 18 dan PDL 18, artinya titik nol berjarak 18 Km ke arah timur, yakni Cileunyi, dan 18 Km ke arah barat, yakni padalarang. Nah, kini sudah tahukan titik nol kilometer kota Bandung.

    TALAGA PATENGAN

    Memasuki kawasan bandung selatan, anda akan menemui satu lokasi wisata yang menyuguhkan keindahan alam nan eksotis - danau patengan -  atau lebih dikenal dengan julukan situ patenggang. Danau yang dikelilingi perkebunan teh Rancabali ini bisa menjadi lokasi alternatif bagi anda dan keluarga untuk berlibur.

    Ciwidey merupakan kawasan pegunungan yang terletak di sebelah selatan kota bandung, yang memiliki sejuta pesona alam yang memikat,  diantaranya adalah telaga patengan atau yang lebih akrab dijuluki situ patenggang, yang dikelilingi perkebunan teh rancabali.

    Hanya dengan menempuh jarak 47 kilometer dari pusat kota bandung, danau seluas 150 hektar ini memang kerap menjadi tujuan bagi para wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota bandung, disamping objek wisata lainnya seperti, Kawah Putih dan pemandian air panas Cimanggu.

    Menurut kutipan sejarah, nama situ patengan berawal dari istilah sunda yaitu “pateang-teangan”  yang berarti saling mencari. Dikisahkan seorang putra prabu bernama Ki Santang, dan putri titisan dewi bernama Dewi Rengganis yang saling mencintai, namun terpisah sekian lamanya, hingga akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan Batu Cinta, yang lokasinya terletak di tengah -tengah situ (danau). Konon jika kita singgah ke batu cinta, kita akan mendapati cinta yang abadi seperti mereka.

    Untuk menuju ke batu cinta, para pengunjung harus menaiki perahu yang sudah disediakan masyarakat setempat di pinggir situ.
    Saat ini jumlah pengunjung yang datang ke kawasan ini mulai terlihat sepi tidak seperti tahun tahun sebelumnya, banyaknya objek wisata yang dikelola perusahaan swasta menjadi salah satu faktor sepinya pengunjung.

    Jika anda dan keluarga kebetulan hendak berlibur ke bandung, tidak ada salahnya mengunjungi salah satu kawasan wisata yang ada di bandung selatan ini. (bmf)


     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. BandungDua - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger